Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan

16 Oktober 2011

Nash – Robot Bikinan NTU Singapura Diklaim Salah Satu Robot Tercerdas di Dunia

denggol.com - Para ilmuwan di Nanyang Technology University (NTU) Singapura mengklaim bahwa mereka telah berhasil mencipatakan robot yang bisa melakukan pekerjaan rumah tangga. Robot dengan nama Nash tersebut dapat memanjat tangga dan mengenali obyek, seperti cangkir atau sebuah apel.

Bentuk robot ini hampir menyerupai bentuk fisik manusia. Dengan tinggi 1,8 meter, Nash bahkan diklaim sebagai salah satu robot dengan tingkat kecerdasan tertinggi di dunia.

Sebutan sebagai salah satu robot dengan tingkat kecerdasan tertinggi di dunia bukanlah isapan jempol belaka. Selain dapat menaiki tangga, Nash juga bisa merespon perintah verbal, seperti ‘ke sini’ atau ‘pergi ke ruang 101′.

Robot inipun sudah mempertunjukkan kebolehannya di depan publik beberapa hari lalu. Robot yang didesain oleh seorang ahli mekatronik bernama Xie Ming ini juga mampu mengangkat benda-benda berat.

Untuk membangun robot ini, para ilmuwan tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 5 tahun. Menurut rencana, robot Nash ini akan dijual secara komersial dalam kurun 5 tahun mendatang. Mengenai harga, diperkirakan akan dijual seharga 200 ribu USD.

Wu dan Kong Dua Robot Atlet Ping Pong Dari Cina

denggol.com - Cina nampaknya memang menjadi gudang atlet. Tak hanya merajai beberapa cabang olahraga, kini mereka juga turut menciptakan dua buah robot yang mampu bermain ping pong.

Adalah Wu dan Kong, dua robot yang diciptakan oleh para peneliti di Universitas Zhejiang Cina. Permainan dua robot ini memang tak seperti permainan seorang atlet ping pong. Namun meskipun begitu, dua robot ini mampu memukul bola dengan tingkat presisi yang cukup bagus.
Wu dan Kong Dua Robot Atlet Ping Pong Dari China
Anda bisa melihat aksi mereka :

17 Agustus 2011

Wow! Ada Robot Kepala Bisa Nyanyi

denggol.com - Melihat penampilannya sekilas memang agak menakutkan. Bayangkan saja, Anda menemukan sebuah kepala perempuan di atas meja. Saat didekati, kepala dengan rambut pendek lurus tersebut akan menatap Anda tak berkedip. Jangan ngeri dulu, ini adalah robot kepala yang pandai menghibur.

Ya, jika sudah berkenalan, robot yang belum memiliki nama resmi ini akan memperlihatkan kepandaiannya bernyanyi. Tidak seperti robot menyanyi lain yang pernah ada, robot yang dibuat tim ilmuwan asal Taiwan ini punya kelebihan lain, yakni membaca nada dan musik.

Dikutip dari Cnet, Selasa (16/8/2011), hal ini bisa dilakukannya karena penglihatan si robot kepala dilengkapi kamera yang memotret skor musik. Selanjutnya, algoritma robot akan mengekstraksi informasi nada, irama dan lirik lalu mengirimkannya ke voice synthesizer.

Menariknya lagi, sebuah motor penggerak yang tertanam di sistemnya membuat si robot bisa mengubah ekspresi wajah secara otomatis sehingga menyesuaikan diri dengan emosi yang terkandung dalam lirik lagu.

Pengembangan robot kepala yang dikembangkan oleh Chyi-Yeu Lin dan timnya di National Taiwan University tersebut bertujuan merancang sebuah kepala robot anthropomorphic yang berwajah mirip manusia. Robot ini dirancang agar bisa membaca notasi musik secara acak dan menyanyikannya dengan indah.

"Mungkin ini adalah salah satu hal yang bisa dilakukan robot lebih baik dari manusia biasa. Dia bisa membaca notasi musik dalam 40 detik dan menampilkan ekspresi yang sesuai dengan isi lagu," kata Lin.

Ditambahkannya juga robot kepala bisa menyanyikan lagu dalam berbagai bahasa, namun dengan catatan, lirik lagu harus tertulis dalam aksara latin.

5 Agustus 2011

Wow! Jepang Bikin Robot yang Bisa Berpikir

Terobosan yang berhasil dilakukan oleh para insinyur robot di Jepang memang amat mengagumkan. Kali ini mereka berhasil membuat robot yang mampu berpikir dan bertindak sesuai kondisi.

Robot tersebut dibuat oleh Hasegawa Group, dari Tokyo Institute of Technology. Di dalamnya terdapat sebuah fitur bernama self-replicating neural network, yakni teknologi yang memungkinkan sebuah robot mempelajari segala sesuatu yang berada di sekitarnya. Jadi tak melulu hanya mengandalkan perintah dari pembuatnya.

"Sejauh ini, robot yang berhasil diproduksi hanya bisa mengerjakan tugas tertentu. mereka tidak bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitar. Berbeda dengan robot ini, ia hanya mengetahui pengetahuan dasar kemudian bisa mengembangkannya," ujar Osamu Hasegawa, Associate Professor, Imaging Science and Engineering Lab, Tokyo Institute of Technology.

Hesegawa juga mencontohkan sebuah kasus dimana robot tersebut ditantang untuk membuat teh, padahal hal ini tidak termasuk dalam programnya.

"Robot tersebut akan berkata 'saya tidak bisa' tapi jika kita mengajarkannya, maka ia akan mengumpulkan segala informasi untuk melakukan hal tersebut," tambah Hasegawa.

29 Juli 2011

Mikrobot Sepanjang 6 inci Berjalan di Atas Permukaan Air Tanpa Tenggelam

Sebuah mikrobot yang bisa berjalan di atas permukaan air telah berhasil diciptakan. Para ilmuan mengatakan insprirasi untuk membuat mikrobot ini berasal dari serangga yang dapat berjalan di atas permukaan air, seperti nyamuk atau laba-laba air.

Mikrobot ini memiliki panjang 6 inci dan terdapat 10 penolak air serta dua kawat yang bertindak sebagai kaki untuk menggerakkan mikrobot ini di atas permukaan air. Robot ini dapat berjalan, berdiri, bahkan melompat di atas permukaan air tanpa tenggelam.

Mikrobot dengan berat 3,88 gram tersebut mampu berjalan di atas permukaan air dengan kecepatan 6 inci per detik tanpa tenggelam. Ini adalah robot pertama yang bentuknya menyerupai serangga.

Namun para mengakui bahwa kecepatan gerak mikrobot serangga ini masih terlalu pelan. Mereka masih bekerja untuk dapat meningkatkan kecepatan gerak mikrobot ini. Jika robot ini sudah memiliki kecepatan gerak, yang bagus, dan tentu saja dapat dibuat dengan harga murah, para peneliti berharap dapat menggunakannya untuk mengatasi masalah polusi air.

21 Juli 2011

Video: Wow, Band Robot Bawakan Lagu Marilyn Manson

Semakin hari, kemampuan robot semakin mirip manusia. Bahkan beberapa tugas yang sangat 'manusia', dengan kecanggihan teknologi bisa pula dilakukan oleh robot. Seperti yang satu ini, robot tampil sebagai grup band membawakan lagu.

Adalah James Cochrane asal Toronto, Kanada yang merakit band robot bernama End of Life (EOL) ini. Dengan kecermatannya, Cochrane berhasil menghadirkan 'kekuatan musik' yang dihasilkan oleh robot.

Anda yang menggemari Marilyn Manson, pasti tertarik melihat penampilan EOL. Pasalnya, salah satu lagu yang dimainkan dengan sangat bagus oleh EOL adalah The Beautiful People milik penyanyi eksentrik tersebut, wow!

Dikutip dari Gadget Gizmos, Kamis (21/7/2011), ini bukan pertama kalinya Cochrane merakit robot yang pandai bermain musik. Tahun lalu, dia merilis video Youtube yang menampilkan band robot lainnya.

Di halaman video tersebut, Cochrane menyebutkan bahwa seperangkat alat musik yang digunakan dikendalikan oleh solenoid atau bahan metal yang dapat ditarik dan diulur.

Hampir sama dengan robot band sebelumnya, semua alat musik yang dimainkan EOL pun dikendalikan oleh solenoid. Namun alat musik yang digunakannya kali ini lebih sedikit, yakni gitar listrik, bass, drum dan cello. Semua alat musik ini tergabung secara mekanik dan diprogram untuk memainkan lagu. Penampilan EOL dapat dilihat pada Video berikut.


EOL Robot Band covers The Beautiful People by Marilyn Manson

4 Juli 2011

Video: WOW!! Robot Cantik Mirip Manusia Sungguhan

Robot pasien gigi ini mirip manusia sungguhan, tapi agak menyeramkan.
Orang Jepang membuat robot yang mirip manusia sungguhan. Robot bernama Showa Hanako 2 ini dalah robot pasien yang diciptakan untuk latihan praktik dokter gigi.

Diluncurkan Kamis lalu di Jepang, robot ini rencananya akan dijual ke berbagai sekolah, rumah sakit, dan klinik gigi di Jepang.

Peneliti Showa University menciptakan robot dari bahan silikon sehingga hasilnya sangat mirip manusia sungguhan, tapi agak menyeramkan.

Matanya bisa berkedip dan kepalanya bisa menggeleng. Ia juga bisa tersedak, batuk, bersin, serta mengerakkan lidah dan rahang. Robot ini adalah hasil kerja sama dengan Orient Industry yang menciptakan "love dolls", robot untuk orang dewasa.

Saat dokter ingin memeriksa kondisi gigi si robot, robot ini akan merespon, menutup mata, mulut, menarik lidah, atau menggeleng kepala.

Tapi tentu tidak seperti praktik gigi sebenarnya, pada robot ini dokter tidak boleh memasukkan air ke mulut robot karena air akan merusak mesin.

Koutaro Maki, profesor Showa University School of Dentistry mengatakan, robot ini membantu siswanya belajar. Siswanya merasa seperti tengah berhadapan dengan pasien sungguhan, jadi mereka lebih berhati-hati. Lihat videonya di sini.


24 Juni 2011

VIDEO: Aksi Robot Pemain Biliar

Robot ini bisa 'berpikir' akan menempatkan bola di kantong yang mana. Seorang mahasiswa asal Jerman, Thomas Nierhoff, berhasil membuat sebuah robot pemain biliar. Robot ini merupakan karya untuk tugas akhir kuliahnya di program S2 Technische Universitat Munchen.



Robot dibuat seukuran manusia, dengan dua tangan untuk memegang stik biliar. Gerak robot diatur oleh kamera yang diletakkan di atas meja biliar. Kamera tersebut memiliki sensor untuk mengetahui di mana posisi bola. Robot itu lalu 'berpikir' akan menempatkan bola di kantong yang mana. Tak lama kemudian, stik dia sodok... dan bola pun masuk ke kantong.

Aksi robot ini bermain biliar tergolong profesional. Satu persatu bola masuk ke kantong secara berurutan. Akurasi tembakannya mencapai 80 persen! Lihat aksi robot pebiliar itu video di bawah.

16 Mei 2011

Robot Pemecah Rekor Jalan Terjauh Dunia (Foto & Video)

Cornell University membuat robot yang sukses memecahkan rekor dunia jalan terjauh. Robot ini berjalan sejauh 64 km menggunakan satu baterai dan tanpa bantuan manusia.

Robot Ranger ini dibuat dan diprogram di Biorobotics and Locomotion Lab Cornell. Robot ini berhasil berjalan di trek Barton Hall Cornell selama 30 jam 49 menit 2 detik pekan lalu. Robot ini berhasil melakukan trek sebanyak 307 sirkuit dengan kecepatan 2 km/jam.


Rekor Ranger sebelumnya pada Juli 2010 ‘hanya’ sanggup menempuh 23 km. Robot ini memiliki berat total 11 kilogram, dan enam kilogramnya merupakan baterai lithium ion yang memberi tenaga pada elektronik dan motor robot ini.



Tujuan awalnya adalah, membuat Ranger mampu jalan marathon sejauh 42 km tanpa mengisi ulang baterai. Nyatanya, Ranger berhasil melakukannya dalam 20 jam dan terus melaju hingga mencapai jarak 64 km.

“Kami menjadi sangat lelah akhirnya,” kata teknisi listrik Ranger, Violeta Juarez Crow.

Aeryon Scout, Robot Sistem Intelijen Tercanggih di Dunia (Foto & Video)

Sebuah robot terbang, Aeryon Scout, berpotensi besar menggantikan kamera CCTV. Robot ini bisa mudah melacak kriminal dan ancaman keamanan secara efektif.

Pengguna cukup menunjuk satu tempat di Google Maps pada pengendali layar sentuhnya dan robot akan terbang ke titik itu pada kecepatan 48 km/jam. Robot ini juga mampu merekam video dengan kualitas tinggi yang bisa disiarkan langsung ke iPhone secara langsung.

Dailymail.co.uk

Robot ini dibuat Aeryon Labs Inc yang berbasis di Kanada. Robot ini disebut-sebut sebagai sistem intelijen tercanggih dunia. Robot ini mampu terbang setinggi 152 meter dan mampu melakukan zoom dari jarak 300 meter.

Dailymail.co.uk

Kemampuan itu membuat robot ini tak akan terlihat saat menjalankan misinya. Keempat baling-baling robot ini memastikan robot ini tak bersuara ketika terbang. Robot ini menyiarkan gambar pada perangkat elektronik apa pun, termasuk iPhone.

Dailymail.co.uk

Seperti dikutip Daily Mail, salah satu fitur canggih robot ini adalah, kamera tetapnya. Jadi, ketika robot ini terbang di kecepatan berapa pun, kamera tetap terkunci pada satu target dan wajah orang pun bisa terlihat jelas.



Robot yang dihargai US$50 ribu (Rp 42,6 juta) ini bisa sangat membantu polisi

18 April 2011

ABC Alkaline Robotic Championship 2011

Perkembangan dunia robot di Indonesia lumayan pesat. Tapi agar lebih mampu bersaing di pentas internasional, diperlukan biaya yang tidak sedikit dan dukungan total dari pemerintah.

Di awal 2000-an, tak banyak perguruan tinggi yang memiliki program kuliah khusus robot. Namun, sejak lomba robot marak digelar, banyak kampus maupun sekolah yang memiliki tim otak-atik robot.


Saat ini Jepang memang masih terdepan dalam dunia robot. Namun di masa mendatang, bukan tak mungkin Korea Selatan yang bakal unggul. Soalnya, Korsel sudah membuat robot center yang sangat besar. Di sana semua orang bisa mengenal dan belajar teknologi robot. Bahkan, setiap sekolah di Korsel juga diundang dan dibiayai melakukan tur studi ke robot center. Cina juga melakukan hal yang sama.

Sedangkan di Indonesia, robotic mulai diperkenalkan pada 2004. Ini ditandai dengan munculnya klub yang memfokuskan diri di bidang pengembangan potensi Robotic. Klub Robotic yang berkembang di Indonesia memiliki lima basis teknologi, yaitu : Teknologi basis Inex, Lego, FischerTechnic, iRobo, dan Robo-Robo. Di tahun 2004 itu juga bermunculan klub-klub robotic sebagai Learning Center yang terintegrasi dalam pelajaran extra kulikuler di International School, National School, atau sekolah-sekolah bergengsi lainnya.

Nah, selaku produsen baterai nomor satu di Indonesia, ABC Alkaline ingin berkontribusi nyata dengan mengembangkan dunia robotic di Indonesia. Caranya melalui event-event yang menarik. Ini dimulai pada 2011 saat ABC Alkaline akan menyelenggarakan ABC Alkaline Robotic Championship 2011 coverage Nationwide (Indonesia).

ABC Alkaline akan menjadi event tahunan bergengsi untuk semua peserta, sekolah, dan robotic learning center. Rencananya acara tersebut diadakan pada tanggal 15-17 April 2011 di LG Floor, Mal Of Indonesia.

Event tersebut memperebutkan hadiah dengan total nilai lebih dari Rp 60 juta yang dibagi dalam dua kategori; SD dan SMP-SMA. Hadiah barang berupa, tabungan, netbook, sepeda, Samsung Mobile Indonesia, butik Sepeda, dan Mega Blocks.

Thee Baby Paula T, selaku Brand Activation Manager ABC Alkaline, mengatakan, Indonesia memiliki anak-anak yang kreatif dan berpotensi luar biasa untuk mengembangkan kemampuan dan keahliannya dalam bidang robotic. Dengan ajang tersebut diharapkan akan lahir anak yang mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas robot internasional.

Head of Technical Advisor and Event Organizer
Yohanes Kurnia menambahkan, sekarang ini sudah saatnya anak Indonesia merancang dan menciptakan robot sendiri. Bukan hanya merakit atau merangkai sebuah merek produk robot dari luar negeri.

Selama ini produk-produk tersebut memberi kesan bahwa membuat robot itu mudah. Tetapi robot yang dihasilkan hanyalah berupa robot rakitan. Hal ini membuat anak Indonesia mengalami kesulitan menciptakan robot sendiri yang berbahan lokal. "Dalam ABC Alkaline Robotic Championship 2011, peserta diminta untuk membuat robot dari bahan lokal 80 persen dan bahan luar 20 luar," ujar Yohanes Kurnia, seperti dikutip melalui keterangan resminya, Minggu (17/4/2011).

ABC Alkaline Robotic Championship 2011 didukung partner S.A.R.I Robot Creator. Ada empat kategori perlombaan, yaitu ABC Alkaline Non-Programming Line Tracer Race SD, ABC Alkaline Non-Programming Line Tracer Race SMP-SMA, ABC Alkaline Programming Line Tracer Race SMP-SMA, dan ABC Alkaline Battle Robot RC Competition.

Kompetisi tersebut diharapkan dapat merangsang semangat sportivitas, inovasi, dan pengembangan diri anak-anak Indonesia. Dengan begitu dapat tercipta teknologi robot yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di masa mendatang.
Source

11 April 2011

Ciptakan Robot, Siswa SD Jadi Juara

Dua siswa sekolah dasar berhasil menjadi juara satu dan dua lomba membuat robot mengalahkan 96 siswa setingkatnya hingga yang duduk di bangku sekolah menengah atas. Lomba bertajuk Single Line Tracer Analgo ini diadakan di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (9/4).

Ilustrasi

Robot sederhana karya Ichdan Rasyid dan Rivaldi Fitrianto dilengkapi sensor yang mampu mengikuti garis putih. Tenaga penggeraknya batu baterai. Robot tersebut mampu bergerak cepat. Ichdan sendiri adalah murid kelas tiga sekolah dasar, sedangkan Rivaldi adalah siswa kelas lima Sekolah Dasar Muhamadiyah IV, Pucang, Surabaya, Jatim.

Muhammad Sholihin, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah bangga dengan kreativitas yang dihasilkan siswanya. Dengan prestasi yang berhasil diraih, Ichdan dan Rivaldi diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa di dunia internasional.

10 April 2011

Robot Unikom Juara RoboWaiter di AS

Berita gembira datang dari Amerika Serikat. Tim robotik Unikom, Bandung, berhasil memenangkan kategori RoboWaiter pada kejuaraan 18th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hartford, Connecticut.

Dalam pesan singkat yang diterima oleh detikINET, Ketua Tim Robotik Unikom, Yusrilla Kerlooza mengatakan bahwa timnya berhasil menjadi juara 1 di kelas advance serta juara 1 dan 2 di kelas standard dalam kategori RoboWaiter.


Yus, panggilan akrab pria ini, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung serta memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar timnya bisa mempertahankan gelar juara di kompetisi lainnya, 2011 RoboGames di San Mateo, AS.

"Terimakasih atas doa dan dukungan. Masih mohon doa untuk tujuh robot lain di 2011 RoboGames, Jumat-Minggu (15-17 April 2011) di San Mateo USA," tulisnya.

Tahun ini Unikom kembali mengirimkan tim robotikanya untuk berlaga di ajang kejuaraaan robotika Internasional di Amerika Serikat. Tak hanya berlaga di 18 th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest, tim ini juga akan berlaga di 2011 RoboGames.

Di dua kompetisi ini, tim robotika Unikom membawa 10 robot. Tiga robot dipersiapkan untuk mengikuti pertandingan di 18 th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest dan tujuh robot disiapkan untuk berlaga di 2011 RoboGames.

Kesepuluh robot buatan Unikom tersebut adalah DU99 RWS, DU99 RWS4, DU99 RWE, DU116 RP, DU114 v.11, DU114 v.11 RR4, DU112 SE, DU112SE1, DU112 MS dan KARAT. Robot seri DU99 adalah robot yang berlaga di 18 th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest dan sisanya akan berlaga di 2011 RoboGames.

Berita kemenangan Unikom ini juga sudah disampaikan dalam fans page panitia perlombaan ini di Facebook. Di wall Fan Page Facebook tersebut, panitia mengucapkan selamat kepada tim dari Indonesia.

"Congratulation to DU99 RWE of Indonesia who just won the Advanced Division of RoboWaiter!," tulis panitia.

Berselang dua jam panitia kembali mengucapkan selamat kepada tim dari Indonesia atas keberhasilannya menjadi juara 1 dan 2 tingkat standar dalam kategori yang sama, RoboWaiter.

"The Indonesian team also won first and second place in the Entry Level Division of RoboWaiter!," tulis panitia lagi.

RoboWaiter adalah kategori dimana robot-robot tersebut harus bisa menjadi pelayan bagi manusia. Ceritanya adalah robot tersebut harus memindahkan satu obyek dari satu titik ke titik yang lain. Arena pertandingan diatur sedemikian rupa sehingga robot ini akan melalui beberapa rintangan. Robot yang tercepat memindahkan obyek tanpa terkena rintangan adalah pemenangnya.

Robot Laba-Laba dari Kondo Kagaku Gerakan Kakinya Menyerupai Laba-laba Asli

Kondo Kagaku pembuat robot dari Jepang telah meluncurkan robot laba-laba baru dengan enam kaki dan bentuk yang lebih mirip laba-laba, terutama ketika si laba-laba menghentakkan kaki di atas meja seperti dalam video ini.

Robot laba-laba ini memiliki kode model KMR-M6 dan ditargetkan untuk para penggemar robot, peneliti /edukasi, dan orang-orang yang ingin menakut-nakuti orang lain juga bisa hehe.




Masing-masing kakinya memiliki dua motor servo ICS KRS Kondo-2552HV  – satu untuk rotasi horisontal dan satu lagi untuk gerakan vertikal. Bot ini tampaknya memiliki ground clearance maksimum sekitar 4 inci.

Panel kontrol Kondo RCB-4HV mengarahkan gerakan kaki, dan baterai 10.8V 800mAh Ni-MH  untuk pasokan listrik . Pengguna dapat menambahkan rakitan kaki tambahan untuk membuat laba-laba yang lebih sangar.

Robot akan dipasarkan pada bulan Mei untuk sekitar $ 880, mungkin akan menemukan banyak penggemar di kalangan pengguna kit robot Kondo KHR  humanoid.

Ayo kita lihat video robot spider ini beraksi:


30 Maret 2011

iMobot Robot Modular untuk Penelitian

Universitas California Davis mengkomersilkan robot modular yang akan memungkinkan peneliti studi bidang robotika seperti robot AI, biomimetika, dan kolaborasi robot tanpa harus membangun perangkat keras itu sendiri. Barobo IMobot yang dikutip dari news.com , dikembangkan oleh Graham Ryland dan Harry Cheng, dimaksudkan untuk mengisi celah di pasar untuk mesin modular bagi penelitian.

Seperti yang terlihat pada video di bawah, setiap modul iMobot bisa merangkak atau berguling-guling, dan berdiri. Kamera dapat dimasukkan ke dalam faceplate sendi berputar , menurut para peneliti.


Modul bisa dihubungkan menjadi bentuk robot seperti ular yang dapat menggeliat pada medan tidak rata, atau bentukan yang lebih besar yang dapat bergerak di atas roda.

Setiap modul memiliki standar mount ke modul lain dan modul sensor dapat ditambahkan dalam konfigurasi terbatas. Start-up pembuat robot ini menerima dana penelitian untuk inovasi-usaha kecil dari National Science Foundation, dan mereka berharap untuk memasarkan iMobot pada akhir tahun 2011.



Otot Jeli Bikin Robot Bergerak Seperti Manusia

Robot pada umumnya memiliki gerakan kaku. Para ahli robotik pun tertantang dan menggunakan jeli untuk membuat robot agar bisa bergerak seperti mirip manusia.

Ahli robot di Auckland Bioengineering Institute, Selandia Baru mengklaim, tambahan otot yang terbuat dari bahan serupa jeli memungkinkan anggota tubuh robot menjadi sangat fleksibel.

Berkat otot buatan ini, bagian tubuh robot tak lagi perlu banyak baut, roda gigi atau bantalan untuk mendukungnya bergerak. Seperti dikutip New Scientist, "Terdapat potensi besar penggerak jenis ini," ungkap Direktur Bristol Robotics Lab Chris Melhuish.


Menggunakannya, robot yang kelasnya benar-benar berbeda pun lahir, lanjutnya. Bahan jeli yang digunakan pada otot robot ini berbeda dengan jeli yang biasa dikonsumsi sebagai makanan.

Otot buatan ini terbuat dari lembaran film polimer isolasi yang dapat dimelarkan hingga 300% dari ukuran asli. Di sisi lain, lembaran film ini memiliki lapisan karbon pelumas yang menumpuk muatan positif di satu sisi dan muatan negatif di sisi lain.

Muatan ini membantu menarik lapisan satu sama lain ketika lapisan polimer berkontraksi dan meluas di antara dua potongan anggota badan robot yang menjadi beban.

12 Maret 2011

Kaspar, Robot Teman Bagi Anak Autis

Seorang anak autis akan menjauh jika didekati, atau mendadak kaku jika dipeluk orang lain. Sebuah robot pun diciptakan untuk membantu anak-anak autis bersosialisasi.

Salah satu anak autis di Inggris telah mendapatkan terapi ini. Eden Sawczenko, yang biasanya menghindar ketika didekati teman atau orang lain, kini mulai mau dipeluk setelah ia bermain-main dengan Robot Kaspar. Bahkan Eden berinisiatif untuk memeluk semua orang.

"Kini dia lebih bisa menunjukkan kasih sayang kepada teman-temannya, bahkan berinsiatif untuk menghampiri dan berinteraksi," ujar Claire Sawczenko, ibu dari Eden, seperti dikutip melalui Straits Times, Rabu (9/3/2011).


Gadis berusia 4 tahun itu belajar di prasekolah untuk anak-anak autis di Stevenage, utara London. Di sekolah ini pula para pengajar yang juga peneliti membawa robot yang berkarakter seperti anak-anak seminggu sekali. Anak-anak autis, mulai dari ringan sampai berat, bermain dengan robot selama 10 menit bersama seorang ilmuwan yang mengendalikan robot dengan remote control.

Robot yang bernama Kaspar itu diprogram untuk melakukan hal-hal biasa, seperti tersenyum, cemberut, tertawa, berkedip dan melambaikan tangan. Dia memiliki rambut hitam kusut, topi bisbol, beberapa kabel menonjol dari leher, dan kaus kaki bergaris merah. Ia dikembangkan oleh para ilmuwan di University of Hertfordshire dengan biaya sekitar USD2,663.

Sejatinya ada beberapa versi robot Kaspar, termasuk salah satu yang cukup mahir memainkan Nintendo Wii. Robot tersebut masih dalam tahap percobaan dan peneliti berharap suatu hari mereka bisa memproduksi secara massal untuk dikomersilkan.

"Anak-anak autis tidak bereaksi dengan baik jika menghadapi orang-orang karena mereka tidak mengenali ekspresi wajah," kata Ben Robins, seorang peneliti senior dalam ilmu komputer di University of Hertfordshire yang mengkhususkan diri dalam bekerja dengan anak-anak autis.

"Robot jauh lebih aman bagi mereka karena hanya sedikit emosi yang muncul dan mampu ditafsirkan oleh anak-anak autis. Hal ini membuat anak-anak autis lebih mudah menerjemahkan dan memprediksi emosi robot," ujar Robins.
Source

8 Maret 2011

Geminoid DK, Robot Pertama yang Berjenggot dan Bule

Robot Geminoid, yang tampak luarnya 'kembar' dengan manusia, telah dibuat beberapa kali. Namun ini adalah untuk pertamakalinya ia menyerupai pria non-Jepang dan berjenggot.

Bernama Geminoid DK, ini memiliki bentuk sangat mirip manusia sehingga sempat diduga sebagai hoax. Namun, seperti dikutip dari Spectrum IEEE, Senin (7/3/2011), Geminoid DK adalah robot sungguhan.

Dibuat oleh Kokoro dan Hiroshi Ishiguro, peneliti robot terkemuka asal Jepang, Geminoid DK menyerupai Profesor Henrik Scharfe dari Aalborg University, Denmark.

Scharfe mengatakan, robot ini dibuat selama kurang lebih satu tahun. Ia dalam waktu dekat akan ke Jepang untuk melakukan eksperimen bersama robot kembarannya.

"Setelah itu, robot ini akan dibawa ke Denmark dan menempati sebuah laboratorium yang dirancang khusus," paparnya.

Penelitian yang akan dijalankan Scharfe serupa dengan yang dilakukan Ishiguro dengan robot kembarannya, Geminoid HI-1.  Fokusnya adalah pada 'bobot emosi' interaksi manusia dengan robot dan juga perbedaan budaya dalam melihat robot.

Geminoid DK adalah robot Geminoid pertama yang dibuat berdasarkan model non-Jepang, dalam hal ini pria 'bule'. Karena Scharfe memiliki jenggot, ini juga menjadi robot pertama yang berjenggot.

Seperti Geminoid lainnya, kendali gerakan dan ekspresi robot ini dilakukan dari jarak jauh melalui motion-capture system. Artinya, setiap ekspresi wajah dan gerak kepala operator akan diikuti oleh sang android.

Mau melihat aksinya? Simak saja dalam video berikut ini dari YouTube


5 Maret 2011

Robot Pebasket Lebih Jago dari Manusia

Beragam jenis robot atlet kian banyak bermunculan. Kali ini hadir robot yang jago bermain bola basket. Sehebat apakah robot ini?

Para pengembangnya yang tergabung dalam tim robotik dari National Chiao-Tung University Taiwan mengklaim, permainan bola basket robot ini lebih jago ketimbang manusia.

"Tingkat ketepatan robot memasukkan bola ke keranjang mendekati sempurna, 99 persen," kata juru bicara tim robotik, dikutip dari PC World, Kamis (3/3/2011).


Dalam sebuah demo video yang diunggah ke YouTube, robot ini menunjukkan kebolehannya. Berbentuk seperti tangan, jari-jari robot mencengkeram bola basket dan berkali-kali memasukkannya dengan sempurna ke keranjang.

Adapun keranjang yang menjadi sasaran robot yang belum memiliki nama ini, digerak-gerakkan ke sana ke mari untuk mengganggu fokus si robot. Namun tembakan robot ini nyatanya tetap jitu, hanya sesekali saja bola tidak tepat sasaran.

"Robot ini dilengkapi seperangkat kamera yang membantunya melacak pergerakan keberadaan keranjang. Informasi ini kemudian dikirimkan ke robot sebagai perintah untuk memasukkan bola ke keranjang tersebut," papar pengembang robot.

Untuk membuatnya terlihat lebih menarik, robot tangan ini dibalut kostum anjing laut putih. Jad ketika robot beraksi, yang terlihat adalah boneka anjing laut yang mencengkram bola di mulutnya dan memasukkannya ke keranjang.

3 Maret 2011

Robot Prospero 'The Autonomous Micro Planter' Robot khusus untuk Bertani

Pekerjaan petani akan lebih ringan dengan kehadiran robot yang satu ini. Tim Trossen Robotics dari sebuah forum robotik menciptakan apa yang disebut Autonomous Micro Planter yang dinamakan Prospero.

Dengan enam tangannya, Prospero yang berwujud mirip laba-laba ini berjalan-jalan di sekitar lahan pertanian. Dikutip dari PC World, Rabu (2/3/2011), sensor pada tubuhnya memungkinkan Prospero mendeteksi lahan yang perlu ditanami.


Manakala Prospero menemukan lahan potensial, robot akan menggali tanah di area tersebut dan menanamkan benih di sana. Setelah itu, alat spray pada tubuhnya akan menyemprotkan air. Spray robot juga bisa diisi dengan pupuk cair atau cairan pestisida jika diperlukan.


"Prospero adalah langkah awal dalam sistem agrikultural yang bisa secara efektif membantu para petani, bahkan mungkin saja menggantikannya," ujar juru bicara Trossen Robotics.

Dia juga menyebutkan, kehadiran robot penanam memungkinkan area kecil bisa dimanfaatkan sehingga lebih efisien.

Tayangan Video Demonstrasi Robot Prospero, The Autonomous Micro Planter :